FIQIH NIKAH
Islam telah menganjurkan kepada manusia untuk
menikah. Dan ada banyak hikmah di balik anjuran tersebut. Antara lain
adalah:
1. Sunnah Para Nabi dan Rasul
ولقد أرسلنا
رسلا من قبلك وجعلنا لهم أزواجا وذرية وما كان لرسول أن يأتي
بآية إلا بإذن الله لكل أجل كتاب
Dan sesungguhnya Kami telah
mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka
istri-istri dan keturunan. Dan tidak ada hak untuk seorang
mendatangkan sesuatu ayat melainkan dengan izin Allah. Untuk tiap-tiap
masa ada kitab. (QS. Ar-Ra'd: 38).
2. Bagian Dari Tanda kekuasan Allah
ومن آياته أن خلق
لكم من أنفسكم أزواجا لتسكنوا إليها وجعل بينكم مودة ورحمة إن في
ذلك لآيات لقوم يتفكرون
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia
menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan
merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berpikir . (QS. Ar-Ruum: 21)
3. Salah Satu Jalan Untuk Menjadi Kaya
وأنكحواالأيامى منكم والصالحين من عبادكم
وإمائكم إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله والله واسع عليم
Dan kawinkanlah orang-orang
yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak dari hamba-hamba
sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka
miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha
luas lagi Maha Mengetahui .
(QS. An-Nur: 32)
4. Ibadah Dan Setengah Dari Agama
Dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,
"Orang yang diberi rizki oleh Allah SWT seorang istri shalihah berarti
telah dibantu oleh Allah SWT pada separuh agamanya. Maka dia tinggal
menyempurnakan separuh sisanya. (HR. Thabarani dan Al-Hakim 2/161).
5. Tidak Ada Pembujangan Dalam Islam
Islam berpendirian tidak ada pelepasan kendali
gharizah seksual untuk dilepaskan tanpa batas dan tanpa ikatan. Untuk
itulah maka diharamkannya zina dan seluruh yang membawa kepada perbuatan zina.
Tetapi di balik itu Islam juga menentang setiap
perasaan yang bertentangan dengan gharizah ini. Untuk itu maka
dianjurkannya supaya kawin dan melarang hidup membujang dan kebiri.
Seorang muslim tidak halal menentang perkawinan
dengan anggapan, bahwa hidup membujang itu demi berbakti kepada Allah, padahal
dia mampu kawin; atau dengan alasan supaya dapat seratus persen mencurahkan
hidupnya untuk beribadah dan memutuskan hubungan dengan duniawinya.
Nabi memperhatikan, bahwa sebagian sahabatnya ada
yang kena pengaruh kependetaan ini (tidak mau kawin). Untuk itu maka
beliau menerangkan, bahwa sikap semacam itu adalah menentang ajaran Islam dan
menyimpang dari sunnah Nabi.Justru itu pula, fikiran-fikiran Kristen semacam
ini harus diusir jauh-jauh dari masyarakat Islam.
Abu Qilabah mengatakan "Beberapa orang sahabat
Nabi bermaksud akan menjauhkan diri dari duniawi dan meninggalkan perempuan
(tidak kawin dan tidak menggaulinya) serta akan hidup membujang. Maka berkata
Rasulullah saw, dengan nada marah lantas ia berkata:
'Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu hancur
lantaran keterlaluan, mereka memperketat terhadap diri-diri mereka, oleh karena
itu Allah memperketat juga, mereka itu akan tinggal di gereja dan
kuil-kuil. Sembahlah Allah dan jangan kamu menyekutukan Dia, berhajilah,
berumrahlah dan berlaku luruslah kamu, maka Allah pun akan meluruskan kepadamu .
Kemudian turunlah ayat:
يا أيها الذين
آمنوا لا تحرموا طيبات ما أحل الله لكم ولا تعتدوا إن الله لا يحب
المعتدين
Hai orang-orang yang beriman! Jangan kamu
mengharamkan yang baik-baik dari apa yang dihalalkan Allah untuk kamu dan
jangan kamu melewati batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang melewati batas.(QS. Al-Maidah: 87)
Mujahid berkata: Ada beberapa
orang laki-laki, di antaranya Usman bin Madh'un dan Abdullah bin Umar berarti
untuk hidup membujang dan berkebiri serta memakai
kain karung goni. Kemudian turunlah ayat di atas.
Ada satu kelompok sahabat yang datang ke tempat
Nabi untuk menanyakan kepada istrinya tentang ibadahnya. Setelah mereka
diberitahu, seolah-olah mereka menganggap ibadah itu masih terlalu
sedikit. Kemudian mereka berkata-kata satu sama lain: di mana kita dilihat
dari pribadi Rasulullah SAW sedang dia diampuni dosa-dosanya yang telah lalu
maupun yang akan datang? Salah seorang di antara mereka berkata: Saya akan
puasa sepanjang tahun dan tidak akan berbuka. Yang kedua mengatakan: Saya akan bangun malam dan tidak tidur. Yang
ketiga berkata: Saya akan menjauhkan diri dari perempuan dan tidak akan kawin
selama-lamanya.Maka setelah berita itu sampai kepada Nabi SAW ia menjelaskan
tentang kekeliruan dan tidak lurusnya jalan mereka, dan ia bersabda:
لكني أنا
أصلي وأنام وأصوم وأفطر وأتزوج النساء فمن رغب عن سنتي فليس مني - متفق
عليه
Namun saya bangun malam tapi
juga tidur, saya berpuasa tapi juga berbuka, dan saya juga kawin dengan
perempuan. Oleh karena itu barangsiapa tidak suka kepada sunnahku, maka
dia bukan dari golonganku . (HR
Bukhari Muslim) nama
Tidak ada komentar:
Posting Komentar